100_1580
100_1596
100_1601
100_1607
100_1638
100_1656
fotobareng
fotopkm09102011_1
fotopkm09102011_2
fotopkm09102011_3
fotopkm09102011_4
img00617-20110114-0923
img00761-20110303-1743
img00764-20110303-1923
img00768-20110303-1925
img00776-20110304-1517
img00777-20110304-1518
img00801-20110307-1658
img00821-20110309-1631
img00829-20110309-1643
img00851-20110310-1125
pelatihan1
pelatihan2
pelatihan3
pelatihan4
pelatihan5
photoekskursiforweb
seminarworkhopenergi
01/28 
start stop bwd fwd

Gas Rumah Kaca

Di kalangan masyarakat umum, gas rumah kaca sering kali luput dari bahan pembicaraan, padahal banyak orang tidak mengetahui bahwa gas rumah kaca adalah pemicu utama dari pemanasan global. Ada beberapa pertanyaan yang menarik untuk diangkat mengenai gas rumah kaca ini, yaitu (i) gas-gas apa saja yang termasuk dalam gas rumah kaca, (ii) kenapa gas-gas tersebut disebut gas rumah kaca, dan (iii) bagaimana sampai gas rumah kaca dapat menyebabkan pemanasan global.

Sebenarnya ada beberapa jenis gas yang dapat digolongkan sebagai gas rumah kaca, namun berdasarkan kesepakatan Kyoto Protocol, hanya ada 6 jenis gas rumah kaca yang menjadi perhatian, yaitu carbon dioxide (CO2), methane (CH4), nitrous oxide (N2O), hydrofluorocarbons (HFCs), perfluorocarbons (PFCs), dan sulphur hexafluoride (SF6). Kenapa gas-gas tersebut disebut gas rumah kaca? Gas-gas tersebut disebut gas rumah kaca karena kalau gas-gas tersebut berkumpul di lapisan atmosfir, lapisan itu sifatnya mirip seperti panel-panel kaca seperti yang terdapat pada rumah kaca. Mungkin banyak diantara kita yang pernah melihat rumah kaca. Rumah kaca adalah sebuah rumah yang dinding dan atapnya terbuat dari panel-panel kaca yang dipergunakan untuk menanam tanaman terutama di musim dingin untuk menjaga temperatur di dalam rumah kaca tersebut tetap hangat. Karena atap dan dindingnya terbuat dari kaca, maka sinar matahari dapat dengan mudah masuk kedalam rumah kaca tersebut, tetapi panas yang berasal dari sinar matahari yang terdapat di dalam rumah kaca akan terperangkap didalamnya dan tidak bisa keluar karena ditahan oleh panel-panel kaca tersebut. Akibatnya suhu didalam rumah kaca menjadi panas. Gas-gas seperti yang disebutkan diatas kalau berkumpul di atmosfir akan membentuk sebuah lapisan yang sifatnya mirip seperti panel-panel kaca pada rumah kaca tersebut. Itulah sebabnya gas-gas tersebut diatas disebut dengan gas rumah kaca. Kita yang tinggal di bumi ini pun mirip seperti kalau kita tinggal di dalam rumah kaca. Bedanya adalah kalau kita tinggal di rumah kaca, kita ditutupi oleh panel-panel kaca, sementara kalau kita tinggal di bumi, kita ditutupi ataupun diselimuti oleh suatu lapisan yang terdiri dari kumpulan gas rumah kaca. Jadi kalau sinar matahari memancar ke bumi, maka panas yang diterima bumi tidak semuanya dapat dipancarkan kembali ke angkasa luar, karena sebagian akan terperangkap dan ditahan oleh gas-gas rumah kaca tersebut. Semakin banyak jumlah gas rumah kaca berkumpul di atmosfir, semakin banyak panas yang tertahan oleh gas rumah kaca. Akibatnya kita yang tinggal di bumi akan merasa panas, dan itulah yang disebut dengan pemanasan global.

Oleh: Prof. DR. Charles O. P Marpaung (Guru Besar Tetap Teknik Elektro FT UKI).

*Ditulis dalam rangka Tahun Lingkungan Hidup, kerjasama antara Program Studi Teknik Elektro FT UKI dengan Pokja Lingkungan Hidup Jemaat GKPS Cikoko Jakarta.

Additional information